IntenNews.com|-MEDAN,— Cipayung Plus Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) atas upaya menjaga ketersediaan dan distribusi energi bagi masyarakat.
Cipayung Plus Sumut merupakan gabungan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Apresiasi diberikan atas langkah Pertamina Sumbagut dalam memastikan keberlangsungan pasokan BBM dan LPG, memperkuat sistem distribusi, serta membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Sepanjang 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tercatat melakukan sejumlah langkah untuk menjaga keandalan pasokan energi. Pada periode Ramadan dan Idulfitri, Pertamina memperkuat stok BBM dan LPG serta melakukan pemantauan distribusi agar kebutuhan masyarakat dan sektor strategis tetap terpenuhi. Distribusi energi untuk transportasi, kelistrikan, industri, dan pelayanan publik juga menjadi perhatian utama.
Pertamina Sumbagut juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini dinilai penting karena energi merupakan sektor vital yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Ketua PKC PMII Sumatera Utara, M. Agung Prabowo, menilai Pertamina memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di Sumatera Utara. Menurutnya, ketersediaan energi bukan hanya persoalan bisnis tetapi menyangkut kepentingan publik.
"Kami mengapresiasi upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menjaga ketahanan energi di Sumatera Utara. BBM dan LPG merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan masyarakat. Ketika distribusinya berjalan baik, maka aktivitas transportasi, UMKM, industri, nelayan, petani, hingga pelayanan publik juga ikut terbantu," ujar M. Agung Prabowo.
Agung juga menilai penguatan koordinasi antara Pertamina dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta kelompok mahasiswa harus terus dilakukan. Kolaborasi disebut menjadi kunci agar persoalan distribusi energi dapat diantisipasi sejak dini.
"Mahasiswa tentu tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Apresiasi bukan berarti menghilangkan kritik. Justru kami ingin mendorong agar Pertamina terus terbuka terhadap masukan masyarakat dan semakin cepat merespons apabila terjadi persoalan di lapangan," tambahnya.
Ketua DPD IMM Sumatera Utara, Rahmat Taufiq Pardede, mengatakan kinerja Pertamina Sumbagut dalam menjaga ketersediaan energi patut diapresiasi, terutama karena cakupan wilayah operasional yang luas dan geografis yang beragam.
"Menurut kami, tantangan distribusi energi di Sumatera Utara tidak sederhana. Karena itu, langkah Pertamina dalam memperkuat monitoring, armada distribusi, stok, dan koordinasi lintas sektor merupakan hal positif. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan dan langkah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Rahmat Taufiq Pardede.
Rahmat menambahkan, IMM Sumut mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi perubahan kondisi pasokan maupun gangguan distribusi.
Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Armando Sitompul, menyebut energi sebagai fondasi penting pertumbuhan ekonomi daerah. Kelancaran distribusi BBM dan LPG disebut memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor.
"Energi adalah bagian penting dari roda perekonomian. Ketika pasokan energi terjaga, mobilitas masyarakat, kegiatan industri, perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya dapat berjalan lebih baik. Karena itu, kami mengapresiasi kerja Pertamina Sumbagut yang terus melakukan penguatan distribusi dan pelayanan," ujar Armando.
Ia juga mendorong Pertamina tidak hanya berorientasi pada distribusi, tetapi juga memperkuat inovasi, efisiensi, keselamatan kerja, serta keberlanjutan dalam pengelolaan energi.
Ketua KAMMI Sumatera Utara, Irham Saddani Rambe, menilai ketahanan energi harus menjadi agenda bersama seluruh elemen masyarakat.
"Kami melihat upaya menjaga ketahanan energi tidak bisa dibebankan hanya kepada Pertamina. Pemerintah, masyarakat, aparat, dunia usaha dan kelompok masyarakat sipil harus memiliki tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi Pertamina Sumbagut yang terus membangun koordinasi dan melakukan langkah antisipatif untuk menjaga distribusi energi," tutur Irham Saddani Rambe.
Irham juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar penggunaan energi dilakukan secara bijak. Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga penggunaan yang tepat, efisien, dan bertanggung jawab.
Cipayung Plus Sumut mencatat pada Juli 2026 sempat muncul persoalan distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang menyebabkan antrean dan keluhan masyarakat. Pertamina kemudian melakukan optimalisasi distribusi, termasuk penguatan koordinasi dan pengoperasian Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam serta penambahan armada mobil tangki untuk mempercepat normalisasi.
" Apresiasi yang kami sampaikan merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja yang sudah dilakukan. Namun kami juga berharap setiap persoalan di lapangan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan Pertamina semakin baik. Prinsipnya sederhana, energi harus tersedia, distribusinya lancar, tepat sasaran dan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal," tegas Cipayung Plus Sumatera Utara.
Kelima organisasi mahasiswa tersebut berharap Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dapat terus meningkatkan kinerja dalam menjaga ketahanan energi, sekaligus memperkuat komunikasi publik dengan masyarakat Sumatera Utara.
Cipayung Plus Sumut menilai kolaborasi antara Pertamina dan seluruh stakeholder merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem energi yang lebih tangguh, responsif dan berkelanjutan.(Res/R).