|

Petir Sambar Kapal Nelayan, Saiful Luka Bakar dan Pendengaran Terganggu


Foto : Korban sedang terbaring di rumah keluarganya, Senin 14/9/2026
IntenNews.com | BATU BARA
— Momen menegangkan dialami Saiful Bahri (32), seorang nelayan asal Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Saat tengah memperbaiki jaring di atas kapal, petir tiba-tiba menyambar di tengah hujan dan angin kencang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Akibat kejadian itu, Saiful mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh dan mengaku hingga kini masih mengalami gangguan pendengaran.

Saiful merupakan warga Dusun IX, Desa Bagan Dalam. Saat ini, ia tinggal di Dusun VI Pajak Mini, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.

Kepada media, Senin (14/9/2026), Saiful menceritakan detik-detik dirinya menjadi korban sambaran petir saat sedang berada di laut.

Saat itu, kondisi cuaca di tengah laut sedang buruk. Hujan turun disertai angin kencang. Saiful yang berada di atas kapal tengah memperbaiki pukat atau membubul jaring yang koyak.

Namun, tanpa diduga, petir menyambar dan percikannya mengenai bagian kakinya.

"Tiba-tiba petir menyambar dan percikannya mengenai kaki saya. Alat yang saya gunakan untuk membubul jaring atau cuban langsung terlepas dan jatuh ke lantai kapal," tutur Saiful.

Sesaat setelah kejadian, Saiful mengaku kakinya terasa kebas. Ia pun bergegas masuk ke dalam rumah kapal untuk berlindung dari kondisi cuaca yang semakin buruk.

Namun, situasi justru semakin mencekam.

Tidak lama berselang, petir kembali menyambar bagian rumah kapal. Sambaran tersebut menyebabkan rumah kapal mengalami kerusakan parah.

Saiful pun mengalami luka bakar pada bagian kaki, tangan dan badan. Bahkan, pakaian yang dikenakannya turut koyak akibat peristiwa tersebut.

"Setelah kejadian, sekujur badan saya terasa kebas dan kaku. Sampai saat ini pendengaran saya juga masih terganggu," ungkapnya.

Dalam kondisi tersebut, Saiful bersama adiknya, Romi, kemudian mendapat pertolongan dari nelayan lain yang kebetulan sedang melaut tidak jauh dari lokasi kejadian.

Keduanya kemudian dievakuasi dan dibawa kembali ke daratan untuk mendapatkan pertolongan.

Kepala Desa Benarkan Identitas Korban

Kepala Desa Sukajaya, Fahrul Rozi, bersama Ketua Rukun HNSI Sukajaya yang berada di rumah keluarga korban turut membenarkan bahwa Saiful merupakan warga Dusun IX, Desa Bagan Dalam. Saat ini, Saiful diketahui tinggal bersama keluarganya di Desa Sukajaya.

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi cuaca buruk.

Bagi nelayan yang bekerja di laut, hujan lebat, angin kencang dan sambaran petir bukan sekadar persoalan cuaca, tetapi dapat menjadi ancaman serius terhadap keselamatan jiwa.

Saiful kini masih menjalani pemulihan akibat luka yang dialaminya. Sementara pengalaman tersambar petir di tengah laut tersebut menjadi peristiwa yang tidak mudah dilupakan oleh dirinya maupun keluarganya.

(Red)

Komentar


Berita Terkini