IntenNews.com | Labuhanbatu - 16/04/2026 - Negeri ika nan idaman ngidamnya adalah salah satu negeri yang sangat pandai menyimpan rahasia seperti kata pepatah babi di pelupuk mata tak tampak,tungir di atas gunung kelihatan, kabupaten ini tampak aman terkendali dengan sembilan kedemangan yang berbaris seperti doa ahli para sufi yang terucap tenang, jalan-jalan penuh tambal sulam seperti pakaian pendekar raja pengemis,seiring salam presisi menggema dari corong-corong pengeras suara sinergi yang indah penguasa menjadikan yang dulunya negeri di bolo bengek kini menjadi negeri bersinar entah apanya seolah semua baik-baik saja.
Sepertinya pun presisi itu terlalu pediktif sekali untuk dapat menyembunyikan cermin yang retak di senyum-senyum pasar pagi dan hiruk pikuk warung kopi yang menjamur serta santainya pakter tuak yang tetap eksis. Ada irama sunyi yang terus mengalun dan mengalun mengalir seperti air, alunan itu menyusup ke lorong-lorong gang jalan-jalan, hingga akhirnya sampai ke rumah-rumah, ke tubuh anak-anak yang bahkan belum sempat tidur siang untuk bermimpi besar.
Sudah bukanlah menjadi rahasia dari bibir-bibir pecah legenda gelap Super ManBatak bagaikan pohon dicabut akar tertinggal hingga akar membuat penasaran sebab muncul tunas baru seperti Mr Chatgpt, Mr Dolla dan Mr CupCut. Adalah jelmaan bayang-bayang lama si Mr Super ManBatak yang kini katanya tak lagi bersayap, namun entah mengapa angin masih membawa jejak terbangnya untuk diikuti dengan menerapkan lindungan dibawah tiang bendera.
Negeri ika nan idaman ngidamnya seperti panggung ketoprak humar dalam penegakan penyalahgunaan narkobanya, dengan lampu sorot kini diarahkan ke utara.Ya.. ke arah utara tepatnya ke arah negeri basampul babontuk yang kini terang benderang oleh penyergapan, penangkapan, jika di pesisir yang riuh hanya tangkapan ikan teri, sedangkan kakap melenggang menyelam sambil meminum air, di Rantau Utara, Rantau Selatan, Bilah Hulu dan Bilah Barat, sunyi itu terasa terlalu indah untuk dinikmati. Seperti kesunyian janda Tunggul Ametung yang tak pernah dilaporkan jatuh cinta, padahal bau asap mabok asmara sangat menusuk dada.
Negeri ika nan idaman ngidamnya berteriak “bebas narkoba” bukan berteriak "darurat narkoba". Mungkin ada yang berbisik pelan nyaris tak terdengar seperti kentut berak ditahan,hingga tak pernah benar-benar berorasi " Berantas habis narkoba seakar-akarnya" sebab selama kamtibmas aman maka semua akan baik-baik saja".Justru di situlah bahaya bersemayam karena sesuatu yang tidak dianggap darurat sering kali dibiarkan tumbuh pesat diluar dugaan yang tiap kali lewat.
Barangkali salam presisi perlu bercermin pada tempat-tempat yang berani bersuara, seperti di panipahan, di mana pemberantasan bukan sekadar kata “presisi” yang indah diucapkan santun dengan dada dibusungkan, melainkan keberpihakan yang benar-benar terasa di jalan, di rumah, di hati masyarakat.
Sebab pada akhirnya,pertanyaannya bukan lagi apakah negeri ika nan idaman ngidamnya bersinar entah apanya itu darurat narkoba atau tidak. Pertanyaannya adalah apakah kita masih mau jujur melihatnya, atau memilih tetap percaya pada kota yang tampak baik-baik saja?. Tetapi Mulut manis, perut membawa pedang kenyataannya.
Asudahlah,
SigondrongDalamDiam.
*Seniman Labuhanbatu
*tulisan ini berikut ilustrasi gambar/photo hanyalah hiburan semata yang bertujuan meningkatkan minat untuk membaca tidak ada maksud lain
