Intennews.com|Medan - Gabungan praktisi dan pemerhati seni Nasyid dan Qasidah dari wilayah Medan Utara mendesak LASQI Kota Medan untuk segera berbenah dan mengisi kekosongan kepengurusan. Mereka menilai bahwa kesenian tersebut mulai terkikis dan tergerus oleh budaya pop, serta nilai-nilai seni yang dinilai semakin jauh dari prinsip-prinsip Islami.
Acara buka puasa bersama yang digelar di sebuah kafe di kawasan Marelan pada Sabtu, (26/2/2026), menjadi ajang silaturahmi dan membahas berbagai agenda terkait perkembangan seni Nasyid dan Qasidah di Kota Medan saat ini. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah nama yang dikenal dalam belantika Nasyid Kota Medan, di antaranya Muhajir, S.E., Muhammad Ikhsan, S.Kom., Hubban Sofi, S.H., serta Mhd. Dimas Restu Adji, S.Pd.I.
M. Ikhsan, selaku perwakilan, menyampaikan bahwa pergerakan Nasyid di Kota Medan dinilai sangat minim.
"Sudah lama tidak ada lagi festival Nasyid yang digelar, sehingga generasi muda perlahan mulai meninggalkan seni tersebut," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa LASQI Kota Medan harus lebih responsif dalam mendeteksi gejala ini dan tidak membiarkan terjadinya kekosongan kepengurusan dalam organisasi.
Para pemerhati dan pegiat seni Nasyid serta Qasidah Medan Utara berharap LASQI Kota Medan segera menggelar musyawarah untuk membentuk kepengurusan yang baru. Mereka juga meminta Muhajir, S.E. untuk maju sebagai calon Ketua LASQI Kota Medan yang diketahui sudah di hampir tiga tahun vakum.
"Apabila LASQI Kota Medan tidak mampu menjalankan amanah organisasi, para pemuda di Medan Utara siap berkontribusi dan turut mengurus perkembangan Nasyid di Kota Medan," tegas M. Ikhsan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan rebana secara simbolis kepada Muhajir, S.E. Semoga LASQI Kota Medan dapat segera berbenah dan melestarikan kesenian Nasyid dan Qasidah di Kota Medan.(Red/R).
