Intennews.com|Tebing Tinggi Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Tebing Tinggi menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Setahun Memimpin, Saatnya Pemuda Bicara: Kritik, Data, dan Solusi”, pada Jumat, (13/2/2026), bertempat di Vestor Kopi Tebing Tinggi.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran mahasiswa sebagai kontrol sosial, sekaligus ruang refleksi kritis atas satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi. Melalui forum ini, GMNI dan IMM menegaskan bahwa mahasiswa tidak hadir sebagai oposisi tanpa arah, melainkan sebagai mitra kritis yang berbicara berdasarkan data, realitas lapangan, dan solusi konstruktif.
Dalam dialog kebangsaan tersebut, GMNI dan IMM memaparkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 76,73, yang berada pada kategori “Baik”. Meski demikian, mahasiswa menilai bahwa hasil tersebut belum dapat dijadikan alasan untuk berpuas diri, karena masih terdapat berbagai sektor yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Beberapa sektor yang disoroti secara kritis antara lain penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, serta minimnya ruang partisipasi pemuda dalam proses pembangunan kota, agar sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi.
Dialog kebangsaan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ade Gunawan, SE., M.Si sebagai akademisi, yang memaparkan analisis objektif terkait indikator keberhasilan kepemimpinan daerah dari perspektif ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Selain itu, Rio Samuel Manurung selaku aktivis Cipayung menyampaikan pandangan kritis mahasiswa dan pemuda, dengan menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan kepada rakyat dan generasi muda.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC Sarinah Riska Rahmayani, dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Husien Lubis. Pada kesempatan tersebut, hasil Survei Kepuasan Masyarakat secara simbolis diserahkan kepada perwakilan pemerintah daerah, yang disampaikan oleh Abdul selaku Ketua Panitia Kegiatan, sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menyampaikan data kepada pemangku kebijakan.
Dialog berlangsung dinamis dan interaktif, ditandai dengan banyaknya audiens yang terlibat dalam sesi tanya jawab. Berbagai kritik, solusi, dan harapan disampaikan secara terbuka demi mewujudkan Kota Tebing Tinggi yang lebih adil, partisipatif, dan berpihak kepada rakyat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh kelompok mahasiswa Cipayung Plus, perwakilan BEM, alumni GMNI dan IMM, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi. Selain itu, hadir pula unsur kepolisian yang diwakili langsung oleh Kasat Intelkam, serta Ketua Bawaslu Kota Tebing Tinggi, sebagai bentuk perhatian lintas sektor terhadap suara kritis mahasiswa dan pemuda.
Aktivis, GMNI dan IMM berharap dialog kebangsaan semacam ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan, sehingga seluruh ide, gagasan, kritik, dan solusi yang lahir dapat menjadi bahan kajian strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih transparan, inklusif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.(Red/R).
