|


Negeri Ika Nan Idaman, Ngidamnya di Bawah Pemimpin Ratu Bersinar Entah Apanya

Foto : Sigondrong Dalam Diam nya
IntenNews.com | Labuhanbatu
, (17/07/2025)

Alkisah....

Di Suatu negeri yang pada masanya menjadi salah satu yang membentuk peradaban yakni bahasa ngabilah dan ngapanai-nya, namun kini justrus negeri itu kini tampak bagaikan negeri yang tiada peradaban. Negeri itu dahulunya bernama negerinya Ika Nan Idaman di Bolo Bengek namun sejak Rajanya yakni Raja Bobokna ditawan dan sampai saat ini menjadi tahanan status rompi oranye lalu kini melalui tahapan pemilihan pemimpin serentak kemarin - kemarin di negeri itu yang tak memakai diulang - ulang seperti Raja Bobokna kini negeri tersebut menjadi negeri Ika Nan idaman.

Ngidamnya yang dipimpin oleh seorang perempuan bergelar Ratu Bersinar Entah Apanya, maka jadilah roda kepemimpinan itu berjalan bukan dengan kebijaksanaan yang "Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan" melainkan dipimpin dengan "Hikmat kesepakatan keluarga dan tim sukses".

Sehingga jangan heran jika di negeri ini banyak terlihat kumpulan kawanan binatang mulai dari Asu, kukang takangkang, anak Harimau, biawak, babi air dan tungir, yang berkeliaran. Sebab itu memang sengaja dipelihara demi langgengnya kekuasaan balik modal dan demi tercapainya impian menjadi berkuasa harus punya modal. 

Contohnya jika seseorang ingin berkuasa menjadi salah satu hulubalang di sebuah kantor kedinasan haruslah melalui salah satu kumpulan kawanan binatang tersebut menggapainya walau pun yang bersangkutan mampu dan pantas tapi tidak pantas dan mampu diangkat dan dijadikan Hulubalang jika belum kelihatan berapa berani pucuknya dari berapa yang ditetapkan pucuknya barulah kelihatan pokoknya dan untuk melihat pokoknya maka itu hanya bisa melalui jilatan kumpulan kawanan binatang.

Kasarnya kumpulan kawanan binatang tersebut menjadi corong yang dikerja bantukan untuk hal - hal membalikan, karna andai menghadap langsung sendirian akan bernasib sial yaitu mengalami nasib menjadi gajah bengkak akibat pucuk lebih besar dari pokok. 

Jadi jika terlihat hal - hal seperti pergantian mulai dari Hulubalang, Kepala Udik hingga pergantian atau rotasinya Kepala - kepala didik di Negeri Ika Nan Idaman Ngidamnya maka itu adalah hal biasa dikarenakan ini sudah menjadi sebuah warisan turun temurun yang diwariskan oleh pemimpinnya yang bodoh yang memimpin negeri ini dari masa kemasa.

Walau parahnya terjadi dari zaman Ngamil “Wan, Ngati” Gor, Wak Syukur, Wak Syukuran, Raja Bobokna dan Wakil Raja Ngikutna. 

Apalagi soal jatah menjatah, jatah proyek, free proyek sampai jatah menjatah dana hibah adalah bagian dari sistem kepemimpinan orang bodoh yang memimpin karena teori dan prakteknya sama hanyalah yang penting ‘Asal Bapak Senang’ dan pas takaran setorannya soal pertanggungjawaban akan dibantu membuat laporan pertanggungjawabannya dengan ketentuan tentunya tak ikut dibantu buat tanggung hajabnya. 

Inilah alasan mengapa Negeri Ika Nan Idaman Ngidamnya menjadi negeri yang kini tertinggal peradabannya bahkan jauh tertinggal dari Negeri Basampul dan agak tertinggal dari Negeri Santun Berkata, pada hal kedua negeri ini dahulu adalah satu bagian.


(Sigondrong Dalam Diam)

*Tulisan ini hanyalah fiktif semata apabila ada kesamaan tokoh dan tempat hanyalah kebetulan dan tulisan ini dibuat bertujuan untuk meningkatkan minat baca*

Komentar


Berita Terkini