![]() |
| Ket Foto : Pekerja Pencucian Plastik Bekas Saat Melakukan Aktifitas di Bantaran Sei Bedera, Rabu (5/3) |
Saat Lurah Kelurahan Terjun, Lukmanul Hakim, SH menyambangi lokasi tempat pencucian plastik tersebut terlihat air limbah diduga dibuang kesalah satu saluran air.
Yang diduga tidak sesuai SOP pembuangan limbah yang telah diatur pemerintah.
Terlihat juga dilokasi pabrik tidak adanya papan informasi nama perusahaan.
Kondisi pabrik terpantau tidak terawat dan sangat kotor.
![]() |
| Ket Foto : Diduga Limbah Yang Dihasilkan Dari Sisa Cucian Plastik, Rabu (5/3) |
" Kami mencuci tidak tiap hari bang tergantung banyaknya bahan yang masuk, Disini ada dua tempat pencucian dan air cuciannya kami buang ke sungai, " terangnya.
Saat awak media bertemu Lurah Kelurahan Terjun mengatakan, Tempat pencucian plastik ini sudah pernah kami surati dan kami berikan himbau agar menaati peraturan yang ada.
" Sudah pernah kami surati dan berikan himbauan agar menaati peraturan yang ada, " kata Lurah.
![]() |
| Ket Foto : Hasil Akhir Yang Diduga Limbah Dialiri ke Sei Bedera, Rabu (5/3) |
" Dalam waktu dekat akan kami panggil pemilik usaha pencucian plastik dan kami berikan himbauan untuk tidak membuang limbahnya ke aliran Sei Bedera,'' terangnya.
" Mohon pihak dinas terkait menindak lanjuti temuan ini, jika melanggar ditutup saja tempat usahanya, " imbuh Lukmanul Hakim.
![]() |
| Ket Foto : Mobil Tiper Kebersihan Nopol BK 8170 J Saat Mengangkut Sampah Dari TPA Terjun ke Tempat Pencucian Plastik Bekas di Pinggiran Sei Bedera, Rabu (5/3) |
Ditempat yang sama, terlihat Mobil Tiper Kebersihan milik Pemko Medan mengangkut sampah Plastik dari TPA Terjun ke penampung plastik di lokasi tersebut.
Seperti diketahui, akibat adanya sampah plastik yang berserakan di Sei Bedera dapat mengakibatkan Sei Bedera menjadi kotor dan bauk serta dapat mengakibatkan banjir yang selama ini di derita masyarakat yang tinggal di Marelan khususnya yang tinggal di Kelurahan Terjun.
Sampah plastik seperti kantong plastik dan botol pelastik merupakan penyumbang terbanyak banjir sungai dan dapat menyumbat saluran air sehingga menyebabkan banjir.
(RIADI)



