|


KAMMI Pusat Mendukung Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Perkuat Ketahanan Bangsa, Termasuk Antisipasi Penyebaran Budaya LGBTQ


IntenNews.com|-JAKARTA,
– Ketua Umum KAMMI Pusat, Amri Akbar, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 yang memuat arah kebijakan penanganan ancaman nonmiliter dalam kerangka ketahanan nasional periode 2025–2029, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Amri, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak lagi terbatas pada ancaman konvensional di bidang pertahanan, tetapi juga mencakup persoalan ideologi, sosial, budaya, serta perkembangan teknologi informasi yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, negara dinilai perlu memiliki arah kebijakan yang jelas dalam memperkuat daya tahan nasional.

"Kami memandang Perpres Nomor 111 Tahun 2025 merupakan bagian dari upaya negara membangun ketahanan nasional secara menyeluruh. Ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kokohnya nilai-nilai kebangsaan, karakter generasi muda, serta ketahanan sosial masyarakat," kata Amri Akbar.

Ia menilai generasi muda menjadi salah satu elemen yang paling menentukan masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, berbagai kebijakan yang mendorong penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai moral perlu dikawal secara konsisten melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok kepemudaan.

Amri menilai penguatan karakter generasi muda perlu dilakukan melalui pendidikan, literasi kebangsaan, serta pembinaan moral agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya. Menurutnya, hal ini sejalan dengan arah kebijakan dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025 yang mengidentifikasi berbagai ancaman nonmiliter, termasuk penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ), sebagai bagian dari isu yang perlu diantisipasi dalam kerangka ketahanan nasional.

Amri mengatakan KAMMI memandang pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penguatan identitas nasional agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, konstitusi, dan nilai-nilai religius.

"Generasi muda Indonesia harus dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, berakhlak, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Di tengah derasnya arus globalisasi, penguatan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Amri berharap implementasi Perpres tersebut dilakukan secara terukur, profesional, dan sesuai dengan prinsip negara hukum. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada sinergi seluruh elemen bangsa dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan dan memperkuat fondasi kehidupan berbangsa.

"KAMMI siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui gerakan pendidikan, literasi kebangsaan, kaderisasi, dan pemberdayaan pemuda sebagai bagian dari ikhtiar bersama memperkuat ketahanan nasional Indonesia," tutup Amri Akbar.(Red/R).
Komentar


Berita Terkini