|


Parah..!! SPBU Hamparan Perak, Diduga Jual BBM Subsidi Ke Mafia


IntenNews.com | Hamparan Perak
- Praktek penyelewengan BBM solar subsidi yang merugikan dan menyengsarakan masyarakat masih saja terjadi. Terkesan aparat hukum tak mampu untuk menuntaskan kegiatan pelanggaran hukum dan merugikan negara dan masyarakat sebagai pemilik hak subsidi yang diberikan pemerintah. Seperti yang terjadi di SPBU 14.203.1109 Jln. Perintis Kemerdekaan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (31/01/2026).

Liputan langsung awak media di SPBU Hamparan Perak menemukan truk Fuso Engkel roda 6 dan Bison roda 4 tanpa plat kendaraan, mengisi BBM solar ber jam - jam tanpa rasa takut dan memperdulikan kepentingan masyarakat lain. 


Ironis nya, saat awak media dan masyarakat umum ingin mengisi BBM solar subsidi oleh operator dibatasi hanya 200 rb meski lengkap barcode dan no plat yang resmi. Operator tetap tidak memperdulikan permintaan pengisian walau barcode dan plat yang dimiliki oleh masyarakat umum sudah sesuai. 

Awak media dengan penasaran coba menaiki salah satu truk Fuso yang masih mengisi dengan santai. Terlihat dalam truk Fuso yang ditutupi terpal itu terdapat beberapa baby tank yang diduga BBM subsidi solar yang di hisap dari tangki Fuso diisi ke baby tank yang terdapat didalam bak truk Fuso.


Kemudian awak media mendatangi kantor pengelola yang terdapat di area SPBU itu. Seorang pria usia berusia sekitar 30 an tahun menerima dan menjawab pertanyaan awak media. Saat ditanya tentang pembatasan pengisian hanya dikasih 200 rb. Pria yang kemungkinan manager dari SPBU Hamparan Perak itu menjawab, itu harus dicocokan antara barcode dan no plat kendaraan. 

Saat ditanya kenapa truk yang tidak pakai plat bisa mengisi selama ber jam - jam, pria tersebut tidak bisa menjawabnya dan berdalih akan mempertanyakan ke anggotanya (operator) terkait itu. 


Pria itu juga mengakui kalau SPBU itu untuk penjualan umum ke masyarakat. Namun saat ditanya kenapa bisa truk Fuso tanpa palt bisa mengisi ber jam - jam. Sedangkan masyarakat umum dibatasi hanya 200 rb. Pria tersebut menjawab kembali akan menanyakan ke anggota. Karena selama ini dengan yakinnya dia mengatakan tidak ada protes terkait kegiatan yang diduga ilegal dan melanggar hukum.  

“ Nanti saya tanya ke anggota bang. Karena selama ini tidak ada protes tentang ini,” ucap pria yang tak ingin menyebutkan namanya.

Esok harinya awak media mencoba kembali ke SPBU tersebut. Ternyata pagi itu juga terlihat pemandangan yang sama dengan hari sebelumnya. (Bersambung)


(Tomy)



Komentar

Berita Terkini