|


Menuding Ada Agenda Politik Murahan Dibalik Isu Temuan BPK: KAMMI Sumut Tegaskan Eks Kadispora Sumut Punya Rekam Jejak Emas Yang Sengaja Dihapus Dari Ingatan Publik.


IntenNews.com | Medan,
(11/08/2025), Ketua Umum Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara Irham Sadani Rambe, dengan tegas mengecam maraknya pemberitaan sepihak yang terus menggoreng isu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Baharuddin Siagian yang saat ini menjadi Bupati Batubara.

Ketua PW KAMMI Sumut menilai, pemberitaan berulang yang menyoroti temuan tersebut tanpa memaparkan secara utuh status penyelesaian justru berpotensi menjadi alat pembunuhan karakter.

“Kami tidak membela kesalahan, tapi kami membela prinsip keadilan. Jika ada temuan, pastikan publik mengetahui apakah sudah ada klarifikasi, pengembalian, atau langkah penyelesaian. Jangan biarkan opini publik digiring seolah semua belum diselesaikan,” tegas Irham.

Irham menyebut, pola pemberitaan yang digencarkan belakangan ini terlalu berbau agenda politik murahan dan pembunuhan karakter yang terstruktur.

“Jangan bodohi publik dengan potongan informasi yang sengaja dibuat bombastis demi kepentingan tertentu. Kalau memang mau bicara transparansi, buka semua data, termasuk fakta apakah temuan itu sudah diselesaikan atau tidak,” tegas Ketua PW KAMMI Sumut.

KAMMI menilai, ada pihak-pihak yang menunggangi isu BPK untuk menghapus rekam jejak positif Eks Kadispora Sumut, yang selama menjabat dikenal aktif mendorong program kepemudaan dan olahraga di Sumatera Utara.

“Ini jelas permainan framing. Mereka berharap publik lupa bahwa mantan Kadispora ini telah banyak memberi kontribusi nyata bagi pemuda dan olahraga. Kini namanya coba dicoreng tanpa memberi ruang pembelaan yang layak,” lanjutnya.

PW KAMMI Sumut menegaskan, media yang mengulang-ulang berita tanpa klarifikasi resmi sama saja ikut menjadi alat propaganda. Mereka mengingatkan, integritas pers akan runtuh jika menjadi corong kepentingan kelompok tertentu.

“Kami tidak akan diam melihat tokoh yang punya dedikasi dihancurkan oleh pemberitaan yang setengah matang. Rakyat Sumut berhak mendapatkan informasi utuh, bukan hoaks berkedok berita,” tutupnya.


(Arif)

Komentar


Berita Terkini