|

Bendahara Tuan Ngabdi Pohon Serap Nol Kegiatan Untuk Anggaran 2025

IntenNews.com | Labuhanbatu - Ďi negeri ika nan idaman nan ngidaman cerdas bersinar yang dipimpin oleh Ratu nan cantik jelita rupawan bergelar ratu bersinar entah apanya. Disebutkanlah dalam warta-warta tertuliskan akan bendahara kerajaan yang sekaligus merangkap kepala didik yakni Tuanku yang bergelar Merasa Suci Haus Di Sanjung yakni Baginda Tuan Ngabdi Pohon. 

Baginda Tuan Ngabdi Pohon ini mempunyai ilmu kesaktian panjang lidah dan ilmu raibkan anggaran ke alamnya di mulai ia jadi kepala didik namun karena kelihaiannya menguasai ilmu panjang lidah maka beliau pun ditunjuk jadi Pelaksana Tugas Bendaharan Negeri Ika Nan Idaman Ngidamnya. 

Ironiknya berkat hasil evaluasi dari kumpulan induk negeri Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya, keuangan negeri Ika Nan Idaman Ngidamnya jadi sorotan sejak dikelola oleh Tuan Ngabdi Pohon di tahun 2025 dikarenakan kinerjanya Tuan Ngabdi Pohon sebagai bendahara menunjukkan realisasi belanja daerah belum mencapai target yang ditetapkan. 

Rakyat jelata yang menginginkan perubahan total pun bertanya-tanya sebab disuruh menghabiskan anggaran untuk membuat kepentingan semua pihak rakyat saja tiada berkemampuan. Seperti pada perangkat daerah yang berdasarkan hasil evaluasi tim Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya tercatat tidak memiliki realisasi anggaran alias 0,00 persen.

Di antaranya pada Dinas Pendidikan untuk Penyediaan Biaya Personil Peserta Didik Sekolah Dasar dan Penyediaan Biaya personil untuk Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama. di Dinas Kesehatan untuk Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat, di Dinas Pekerjaan Umum. dan Penataan Ruang (PUPR) yakni penyediaan Sub Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik, belum lagi pada Satuan Polisi Pamong Praja guna standarisasi sarana dan prasarana pencegahan plus penanggulangan kebakaran dan alat pelindung diri semuanya tercatat sebagai sub kegiatan yang "Nol Terealisasi" serapannya.

Kondisi "Nol Terealisasi" ini menjadi bagian penting dalam melihat kualitas pelaksanaan Anggaran Pendapat Belanja Di negeri( APBD) Ika Nan Idaman Ngidam Bersinarnya, sebab serapan anggaran bukan semata-mata mengenai besarnya dana yang telah dibelanjakan, tetapi juga berkaitan dengan sejauh mana anggaran yang telah ditetapkan dapat diterjemahkan menjadi program yang dapat membuat perubahan yang dirasakan seluruh lapisan golongan di masyarakat. 

Walau dipertanggungjawabkan pelaksanaan anggaran 2025 telah disetujui oleh di Dewan Perampok Rakus Duit (DPRD) dengan status cemerlang namun bukan hanya di mata Raja Sutan Porang Gunung Baringin Naposo sebagai penguasa negeri Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya yang pengujian laporan pertanggungjawaban Tuan Ngabdi Pohon itu bernilai "Nol" di mata rakyat yang mengidam-idamkan perubahan di negeri Ika Nan Idaman menganggap kinerja Tuan Ngabdi Pohon juga bernilai "Nol". Jika nilai seratus bahkan seribu ratus hanyalah cakapnya yang manis di mulut asam di lidah. Sebab jika Ratu Bersinar Cerdas dan betul-betul memahami kecerdasan bawahannya sesungguhnya pengesahan anggaran dalam Rapat Pertanggunghajaban Daerah (Raperda) itu bukanlah akhir dari siklus anggaran, melainkan momentum untuk destinasi diri apakah sudah benar-benar bekerja untuk perubahan banyak pihak bukan hanya untuk kenikmatan sepihak.

SigondrongDalamDiam 

*tulisan ini berikut gambar hanyalah hiburan semata yang bertujuan meningkatkan minat membaca

Komentar


Berita Terkini