|


Kejahatan Merajalela, Fungsi Bhabinkamtibmas Dipertanyakan

IntenNews.com | Medan — Meningkatnya angka kriminalitas dan berbagai dugaan pelanggaran hukum di tengah masyarakat mulai memicu sorotan tajam terhadap fungsi pengawasan aparat di tingkat lingkungan. Mulai dari peredaran narkoba, aksi begal, pencurian, hingga dugaan kejahatan lingkungan disebut semakin berani terjadi secara terbuka.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas peran Bhabinkamtibmas yang selama ini dikenal sebagai ujung tombak deteksi dini dan pembinaan keamanan di tengah warga.

“Begal makin nekat, narkoba makin berani, maling masuk kampung, lingkungan rusak. Pertanyaannya, fungsi pengawasan berjalan atau tidak?” ujar salah seorang tokoh masyarakat dengan nada kecewa, Selasa (12/5/2026).

Warga menilai, maraknya berbagai bentuk kejahatan menunjukkan lemahnya pengawasan dan pencegahan di tingkat bawah. Padahal, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan mengetahui kondisi wilayah secara detail.

Menurut masyarakat, kehadiran aparat seharusnya bukan hanya terlihat saat kegiatan seremonial atau ketika persoalan sudah viral di media sosial, tetapi juga aktif melakukan pemetaan wilayah rawan kriminalitas serta membangun deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kalau masyarakat saja tahu lokasi rawan narkoba dan begal, masa aparat tidak tahu? Ini yang mulai dipertanyakan warga,” tambahnya.

Selain persoalan kriminal jalanan, warga juga menyoroti dugaan pembiaran terhadap aktivitas yang merusak lingkungan seperti pembuangan limbah sembarangan dan aktivitas ilegal yang dinilai merugikan masyarakat luas.

Masyarakat berharap pimpinan kepolisian melakukan evaluasi serius terhadap fungsi pengawasan di lapangan agar kepercayaan publik terhadap aparat tetap terjaga.

“Jangan sampai rakyat merasa berjalan sendiri menghadapi ancaman kriminalitas. Negara harus hadir sebelum kejahatan tumbuh semakin besar,” tegas warga.

Warga juga meminta seluruh elemen keamanan lebih aktif turun ke tengah masyarakat dan tidak menunggu kejadian besar terlebih dahulu sebelum bertindak. Sebab apabila kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir rasa aman hanya tinggal slogan semata.

(Red)

Komentar


Berita Terkini