Foto : Ibeng Syafruddin Rani, SH., MH., PH Korban Kekerasan Seksual SK dan TKD
IntenNews.com | Belawan, Viralnya belakangan ini berita kasus Kekerasan Seksual dialami pekerja tenaga Medis dan Farmasi di RS. PHCM Belawan yang diduga dilakukan Kepala RS. PHCM non aktif Dokter SA, mendapat bukti dan petunjuk baru. Seminggu penelusuran Tim Investigasi, akhirnya PH menemui saksi kunci yang sama nasibnya dengan korban SK dan TKD Pelapor Kekerasan seksual di RS PHCM BELAWAN.
“ Kami bersyukur keadilan dan kebenaran mulai terungkap, kesaksian yang kami peroleh dari seseorang yang juga pernah menjadi korban bersedia di BAP oleh pihak penyidik. tegas Ibeng Syafruddin Rani. SH., MH., Kamis (09/10/2025) siang.
“ Saksi ini dulunya pernah bekerja di RS. PHCM Belawan dan sekarang telah keluar, Saksi juga mengalami nasib yang sama. Dari info yang diperoleh Tim investigasi masih banyak korban dan pihak - pihak yang mengetahui kejadian Kekerasan Pelecehan Seksual yang diduga dilakukan oleh SA. Namun semua pada bungkam, hanya segelintir orang yang mau bicara,” ungkap Ibeng didampingi tim Advokat ISR & ASSOCIATES di kantornya.
Foto : SK dan TKD, Korban Kekerasan Seksual saat membuat LP di Polres Pelabuhan BelawanDijelaskan Ibeng, Kami sudah berkoordinasi dgn LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan berharap ada pendampingan yang terpadu agar tidak mendapat intimidasi dari pihak - pihak yang tak ingin kasus ini terungkap.
Kami berharap pihak Manajemen RS. PHCM tidak menutup nutupi fakta dan data yuridis terkait kasus ini. Untuk penyidik Polres Belawan tetap fokus dan konsisten mengungkap kasus ini, dan PH korban siap menghadirkan saksi kunci tersebut.
“ Mari sama - sama kita kampanyekan STOP KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN KERJA,” tutup Ibeng.
(Dian)
.jpeg)
