Akibat peristiwa tersebut, rumah milik Johan (60) mengalami kerusakan parah hingga diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen. Selain menyebabkan kerusakan bangunan, kejadian itu juga mengakibatkan anak Johan, Supriadi (34), mengalami luka lecet dan keseleo akibat tertimpa reruntuhan tembok.
Menurut keterangan Supriadi kepada awak media, saat kejadian dirinya berada di rumah bersama keluarga ketika tiba-tiba tembok perusahaan roboh dan menghantam bagian rumah mereka.
“Suara runtuhnya sangat keras. Kami panik menyelamatkan diri. Rumah orang tua saya rusak berat akibat tertimpa tembok,” ujar Supriadi.
Ia mengaku kecewa lantaran hingga saat ini belum ada kepastian maupun tanggung jawab dari pihak PT. PON terkait ganti rugi atas kerusakan rumah yang dialami keluarganya.“Kami berharap pihak perusahaan segera turun tangan dan bertanggung jawab atas kerugian yang kami alami. Jangan seolah lepas tangan,” tambahnya.
Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga sekitar juga berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan pagar perusahaan guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT. PON terkait ambruknya tembok pagar tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak perusahaan yang memberikan keterangan resmi.
(Red)
