|


80 Tahun Indonesia Merdeka, Black Out Sumatera Tuai Sorotan Tajam

IntenNews.com | Sumut – Pemadaman listrik massal (black out) yang melanda sebagian wilayah Pulau Sumatera menuai kritik keras dari berbagai kalangan masyarakat. Peristiwa tersebut dinilai menjadi bukti lemahnya kesiapan dan pengawasan sistem kelistrikan nasional, terlebih terjadi di momentum 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Masyarakat menilai gangguan tersebut bukan sekadar persoalan teknis biasa, melainkan kegagalan pelayanan publik yang berdampak luas terhadap kehidupan rakyat. Aktivitas ekonomi lumpuh, jaringan komunikasi terganggu, usaha masyarakat mengalami kerugian, hingga pelayanan publik ikut terdampak akibat padamnya listrik dalam waktu cukup lama.

Direktur Utama PLN yang hanya menyampaikan permintaan maaf kepada publik dinilai belum cukup menjawab keresahan masyarakat. Publik menilai perlu adanya penjelasan transparan terkait penyebab black out serta langkah konkrit agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Rakyat setiap bulan membayar listrik tepat waktu. Ketika terjadi gangguan besar seperti ini, tentu masyarakat berharap ada pertanggungjawaban yang nyata, bukan hanya sekedar permintaan maaf,” ujar salah seorang warga.

Peristiwa tersebut juga memunculkan desakan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi total terhadap jajaran terkait. Presiden Prabowo Subianto diminta bersikap tegas terhadap Menteri ESDM maupun jajaran pimpinan PLN apabila dinilai tidak mampu menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional.

Menurut masyarakat, listrik saat ini merupakan kebutuhan vital yang menyangkut seluruh aktivitas rakyat. Karena itu, gangguan sistem berskala besar dinilai tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang dan tidak terus merugikan rakyat.

(Red)

Komentar


Berita Terkini