|

Walikota terima aspirasi dari PD KAMMI Tanjung Balai


IntenNews.com|-TANJUNGBALAI| — Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi Pimpinan Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kota Tanjungbalai di ruang kerja Wali Kota, Rabu (2/9/2026).

Audiensi tersebut juga dihadiri Forum Mahasiswa Aktivis dan Masyarakat (FMAM) Kota Tanjungbalai. Dalam pertemuan itu, PD KAMMI Tanjung Balai menyampaikan dua sorotan utama: dugaan adanya oknum yang “bermain” di lingkungan OPD dan penanganan kasus anak yang telah terjadi.

KAMMI Soroti Dugaan Oknum di OPD, Ketua PD KAMMI Tanjung Balai yang diwakili M. Yusuf, S.Pd. secara khusus menyoroti dugaan adanya oknum di lingkungan dinas yang melakukan “permainan”.


KAMMI meminta pemerintah tidak membiarkan dugaan tersebut tanpa pemeriksaan.

“Kalau ada dugaan oknum bermain, periksa dan tindaklanjuti. Kalau terbukti melanggar, berikan tindakan sesuai aturan. Kalau tidak terbukti, sampaikan hasilnya secara terbuka,” tegas M. Yusuf.

Menurut KAMMI, pengawasan terhadap OPD perlu diperkuat agar tidak ada oknum yang mencoreng kinerja pemerintah daerah.

Kasus Anak Jangan Dibiarkan, PD KAMMI Tanjung Balai juga menyoroti kasus anak yang telah terjadi dan kembali menjadi perhatian publik.

M. Yusuf menegaskan, kasus tersebut tidak boleh berhenti setelah pemberitaan mereda. Pemerintah dan instansi terkait diminta memastikan proses penanganan, perlindungan dan pendampingan berjalan sesuai kewenangan.

“Kasus anak yang sudah terjadi jangan dibiarkan begitu saja. Jangan tunggu viral baru bertindak. Harus ada penanganan dan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

KAMMI mendorong penguatan sistem perlindungan anak dan koordinasi antarinstansi terkait, Wali Kota Akan Ditindaklanjuti. 

Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyampaikan terima kasih atas masukan FMAM dan PD KAMMI Tanjung Balai. Ia menyatakan berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dan segera ditindaklanjuti.

Mahyaruddin juga meminta OPD terkait menindaklanjuti persoalan yang disampaikan serta membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan oknum yang bermain di lingkungan OPD.

Selain itu, FMAM turut meminta perhatian pemerintah terhadap perbaikan lampu penerangan jalan serta penanganan banjir dan banjir rob.

FMAM dan PD KAMMI Tanjung Balai menegaskan, audiensi bukan akhir dari persoalan. Mereka menunggu tindak lanjut nyata pemerintah—terutama terhadap dugaan oknum OPD dan penanganan kasus anak yang telah terjadi.

“Jangan ada pembiaran. Jika ada dugaan, periksa. Jika terbukti, tindak. Jika ada korban, lindungi,” tutup M. Yusuf.(Red/R).

Komentar


Berita Terkini