|

Tiga Pekerja Tewas di Palka KM Pulau Samosir, SOP Keselamatan Kerja Dipertanyakan

IntenNews.com | BELAWAN – Tiga pekerja ikan meregang nyawa setelah masuk ke dalam palka KM Pulau Samosir yang tengah melakukan aktivitas pembersihan sisa muatan ikan di kawasan perairan Langkat, Senin (31/8/2026).

Ketiga korban diduga mengalami kondisi kekurangan oksigen atau terpapar gas berbahaya saat berada di dalam palka. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang.

Peristiwa maut tersebut bermula ketika Dartok (46), warga Nelayan Indah, yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir, diduga milik gudang Bincuan, masuk ke dalam palka sekitar pukul 09.00 WIB untuk membersihkan sisa muatan ikan (pasifik). Beberapa saat kemudian, Dartok tak kunjung kembali ke atas kapal.

Melihat rekannya tidak muncul, Amek alias Rahmad (39) kemudian berusaha mengetahui kondisi Dartok. Ia disebut sempat meminta bantuan kepada kru kapal sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam palka.

Tak lama berselang, Iwan Bedah (40), warga Gang Kemuning, Young Panah Hijau, juga masuk ke dalam palka untuk membantu kedua rekannya.

Namun, ketiganya justru diduga mengalami kesulitan bernapas di dalam ruang tertutup tersebut.

Kru kapal yang berada di atas kemudian berusaha melakukan pertolongan dengan mengurai tali ke dalam palka. 

Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. Ketiga korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Tiga Nyawa Melayang, Prosedur Keselamatan Dipertanyakan

Tragedi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai penerapan prosedur keselamatan kerja sebelum memasuki ruang tertutup kapal, terutama palka yang berpotensi memiliki kadar oksigen rendah atau mengandung gas berbahaya.

Pertanyaan yang kini penting dijawab adalah: Apakah kondisi udara di dalam palka telah diperiksa sebelum korban masuk? Apakah tersedia alat pendeteksi gas dan oksigen? Apakah pekerja telah dilengkapi alat pelindung dan sistem penyelamatan yang memadai?

Pertanyaan tersebut menjadi penting untuk memastikan apakah kejadian ini murni kecelakaan akibat kondisi berbahaya di dalam palka atau terdapat persoalan lain terkait penerapan standar keselamatan kerja.

IntenNews mendorong pihak berwenang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap KM Pulau Samosir, termasuk kondisi palka, prosedur kerja, kelengkapan keselamatan, serta kronologi masuknya ketiga korban ke ruang tertutup tersebut.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian ketiga pekerja sekaligus menjadi bahan evaluasi agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Jangan sampai palka kapal yang seharusnya menjadi tempat menyimpan hasil tangkapan berubah menjadi kuburan bagi para pekerja.

(Samsul Bahri Hasibuan)

Komentar


Berita Terkini