|


Ketua DPD GMNI Sumut Dukung Langkah Taktis KADISPERINDAG ESDM SUMUT Lawan Praktik Kartel Pangan


IntenNews.com|-Medan|
-Di tengah fluktuasi harga komoditas global yang kian tak menentu, Sumatera Utara hari ini berdiri di persimpangan jalan antara stabilitas pasar atau ketundukan pada permainan spekulan. Namun, di tengah kecemasan tersebut, kepemimpinan Dedi Harahap sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut muncul sebagai oase kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat kecil, Senin (4/5/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumatera Utara melakukan pemantauan terhadap langkah-langkah strategis yang diambil Disperindag ESDM Sumut. Hasilnya, GMNI memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas keberanian Dedi Harahap dalam melakukan bedah anatomi terhadap kemacetan distribusi pangan, khususnya Persoalan Minyakita, di 33 Kabupaten/Kota.

Sumatera Utara dikenal sebagai lumbung sawit, namun paradox kelangkaan minyak goreng seringkali menghantui meja makan rakyat. Dedi Harahap dengan berani menyentuh akar persoalan yang selama ini tabu dibicarakan secara terbuka

Dalam beberapa pekan terakhir, Disperindag ESDM Sumut mencatat adanya ketidakstabilan harga yang tidak selaras dengan stok yang ada. Berdasarkan data lapangan, upaya Dedi Harahap mengintensifkan koordinasi dengan produsen dan BUMN pangan (seperti PT PPI dan Bulog) bertujuan untuk memastikan Domestic Market Obligation (DMO) berjalan pada relnya.

"Kepemimpinan Bang Dedi Harahap menunjukkan karakter kepemimpinan yang berani melawan arus demi keadilan distributif. Mengungkap adanya hambatan distribusi dan potensi kartel adalah langkah yang benar benar dibutuhkan. Di mata GMNI, ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan 'Gerakan Ekonomi' untuk melindungi kaum Marhaen dari penindasan struktur pasar yang tidak sehat," tegas Ketua DPD GMNI Sumut.

Secara teknis, percepatan distribusi Minyakita yang telah diinisiasi berdampak langsung pada indikator makroekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), andil komoditas pangan terhadap inflasi di Sumut sangat signifikan. Dengan memastikan pasokan Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 - Rp15.700 per liter di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Pusat atau Pasar Sei Sikambing, Disperindag secara langsung telah menekan laju inflasi daerah (volatile foods).

Langkah Disperindag Sumut yang mendorong distribusi langsung ke pengecer tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang adalah solusi cerdas untuk memotong margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) yang selama ini membebani konsumen akhir.

Menyadari bahwa melawan kartel tidak bisa dilakukan sendirian oleh birokrasi, Ketua DPD GMNI Sumut secara menyatakan kesiapan Kelompoknya untuk menjadi Mitra Strategis. GMNI tidak akan menjadi penonton di tribun,GMNI Siap turun ke gelanggang sebagai pengawal kebijakan di akar rumput.

Dalam Seruannya GMNI Sumut menyampaikan tiga langkah strategis:

1. Monitoring Independen. GMNI siap mengerahkan kader di setiap daerah untuk memantau stok dan harga Minyakita di pasar, memastikan tidak ada penimbunan oleh oknum distributor.

2. Advokasi Rakyat. Membuka posko pengaduan jika ditemukan praktik penjualan di atas HET atau intimidasi pasar oleh spekulan.

3. Literasi Ekonomi. Menggalakan Edukasi masyarakat mengenai hak-hak konsumen agar tidak terjebak dalam kepanikan membeli (panic buying) yang sering dimanfaatkan kartel.

Ketegasan yang dilakukan dalam berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan pihak kepolisian untuk mengawasi gudang-gudang distributor adalah preseden baik bagi integritas birokrasi di Sumut. GMNI menilai, gaya kepemimpinan yang transparan dan komunikatif seperti ini adalah apa yang dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Kami memperingatkan para spekulan ! Jangan terlalu nyaman bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. GMNI siap bergerak secara ekstra-parlementer jika kepentingan rakyat dikhianati oleh kartel," pungkas Ketua DPD GMNI Sumut.

Dengan Membangun Kesadaran Kolektif Lintas Sektoral, Sumatera Utara memiliki peluang besar untuk keluar dari bayang-bayang mafia pangan dan mewujudkan kedaulatan ekonomi yang sejati bagi seluruh rakyatnya. MERDEKA !(Red/R).

Komentar


Berita Terkini