|


Wahai Buruh


IntenNews.com|Labuhanbatu

Marx tersentak dalam kuburnya

Mendengar nyanyian yang dulu menggugat

Kini jadi hiburan semata anak-anak berbapak tak beribu pertiwi 


Bendera merah berkibar

Tapi maknanya kini pudar

Di tangan-tangan yang dulu ditantang

Kini ia dipamerkan tanpa gentar 


Hari buruh bukan lagi hari kematian pengusaha

Kini hari buruh telah menjelma pada pesta-pesta

Dalam panggung dan tawa penguasa pengusaha

Pidato panjang tentang kesejahteraan

Namun ujung-ujungnya penipuan 


Di baju buruh yang bisa diperas keringatnya

Langkah kakinya tetap sama tak seimbang

Lelah menapak aspal yang berlubang-lubang

Tapi di atas panggung penguasa dan diatas meja pengusaha

Janji-janji indah mengalahkan lantunan kitab suci

Yang dapat mengusir setan tapi tak dapat mengusir kelaparan 


Wahai buruh !

Ke mana api merah menyala yang dulu kau bawa?

Mengapa kini jadi bayang-bayang sejarah yang dituliskan oleh tangan yang salah 

Hingga kau ikut-ikutan membuat Marx tersentak dari dalam kuburnya 


SigondrongDalamDiam

1 Mei 2026

Komentar


Berita Terkini