|


Viral..!!! Penyalahgunaan BBM Subsidi Jatah Nelayan di Pelabuhan Gabion Belawan Tetap Marak, Ini Modusnya..!!!

Ket Foto : Potongan Video Berdurasi 25 Detik Diduga Aktifitas BBM Ilegal Yang Terjadi di Pelabuhan Gabion Belawan, Sabtu (3/1) 
IntenNews.com|Belawan-Kegiatan Penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan penyelundupan BBM masih berjalan lancar di Pelabuhan Gabion Belawan.

Masalah ini bukan masalah klise lagi terjadi di Pelabuhan Gabion Belawan. Bertahun-tahun masalah ilegal BBM, penimbunan BBM, pengangkutan dan pemakaian BBM tidak sesuai tujuan sehingga di tengah jalan diselundupkan oleh para oknum untuk dijual ke kapal-kapal komersial dan perikanan (nelayan) masih sulit diberantas dan terkesan adanya pembiaran.

Padahal jerat hukum untuk tindakan Penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan penyelundupan BBM telah diatur dan dikenakan pidana dalam UU Migas Nomor 22 tahun 2001, dimana pengangkutan BBM tanpa Izin Usaha Pengangkutan dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf b dan penyimpanan BBM tanpa memiliki Izin Usaha Penyimpanan dapat dikenakan pidana sesuai Pasal 53 huruf c sedangkan untuk pengangkutan BBM bersubsidi tidak sesuai pada tujuan akan dikenakan pidana sesuai Pasal 55 UU Migas.

Seperti yang beredar di video berdurasi 25 detik viral memperlihatkan pelaku kejahatan di Jalur Laut sedang melakukan aksi bongkar muat diatas kapal, diduga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. 

Terlihat dalam video tersebut, ada 3 baby tank ukuran 1 ton berjejer di atas kapal yang sedang bongkar muat di dermaga gabion Belawan.

Informasi yang berhasil di himpun. Sabtu (3/1/2026), menyebutkan bahwa diduga pelaku menjual BBM dari Agen di Bagan Deli dan SPBU Simpang Kampung Salam. BBM tersebut merupakan dari jatah nelayan bagan dijual ke mafia yang ada di wilayah Belawan.

"Ini minyak untuk nelayan di kop semuanya sama DD bang, dijual sama mafia," cetus warga.

BBM tersebut akan disalurkan (dijual) ke Gudang yang ada di daerah Pantai Olo Belawan, milik pengusaha warga mata sipit keturunan tionghoa bernama Atien.

"Dulu dijual ke Daerah pajak Baru, sekarang minyak itu disalurkan ke gudang Atien yang di Pantai Olo Belawan," ujar sumber yang layak dipercaya. 

(RIADI)

Komentar


Berita Terkini