|


Di Atas Tanah Gembur Leluhur Kami


IntenNews.com | Labuhanbatu

Aku terdiam,menahan airmata

Menyaksikan penggusuran paksa

Di tanah-tanah gembur yang dulu diberi cap negara

Kini  diberi tanda tangan dan kode Hak Guna Usaha

Yang memuat kapan berlaku

Kapan berwaktu dan kapan berakhir.

Tapi anehnya?

Waktunya mati

Kuasanya masih berjalan berlaku.

Kutanyakan pada buldoser

Yang dikawal aparat seragam lengkap

“Kau mau ngapai datang kemari?,

Bukan jawaban yang didapatkan melainkan diratakan semua yang menempati 

Hak Guna Usaha itu telah selesai,

Seperti kalender yang habis penanggalan bulan

Namun mengapa bisa?

Sepatu-sepatu aparat

Menginjak tanah-tanah leluhur kami

Dan memaksa kami yang mengangkat kaki

Aku bertanya pada langit

Siapa yang berdaulat,

Undang-undang atau uang?

Siapa yang berkuasa,

Masa berlaku atau masanya cukong berani membayar pejabat?

Rupanya kini masanya repot ngasih bukan masanya refornasi.

Jadi wajar tanpa pengecualian,

Bila izin telah mati

Atasnama cukong yang tak merepotkan ngasih kepada pejabat yang menerima bagi-bagi

Rakyat itu di usir dari tanah leluhurnya sendiri.

Merdeka!

Merdekalah para bangsat repot ngasih di masa reformasi

SigondrongDalamDiam

28Januari2026

Komentar


Berita Terkini