Parahnya tidak terlihat personil BPBD Kota Medan hadir menolong para warga korban banjir. Banyak warga yang sakit dan Ibu hamil serta anak-anak di ungsikan warga dengan rakit ala kadarnya ke tempat yang aman.
Ironisnya Kaban BPBD Kota Medan, Yunita Sqari malah ber statemen “Bukan malaikat dan pemuas masyarakat” dalam menanggapi bencana banjir yang terjadi saat ini. Pernyataan Yunita Sari sangat melukai hati para korban banjir.
Pantauan awak media di sejumlah lokasi kedalaman air 0,5-1 m, Sabtu (29/11/2025). Warga masih bertahan di pengungsian, belum berani kembali ke rumah. Warga di pengungsian membutuhkan bahan makanan dan obat-obatan. Sebagian pengungsi mulai merasakan demam dan gatal-gatal.
Yunita Sari selaku Kaban BPBD Kota Medan tidak mampu melakukan mitigasi bencana. Padahal BMKG telah mengingatkan akan ada intensitas hujan yang tinggi mulai 22-27 November 2025 untuk wilayah Sumatera Utara. Rico Waas sebagai Walikota Medan diminta untuk mengganti Yunita Sari sebagai Kaban BPBD Kota Medan.
Kerugian yang dialami akibat banjir ini diduga mencapai puluhan miliaran rupiah. Pemerintah diminta benar-benar hadir ditengah musibah ini.
(I.A Nasution)


