|

Mahasiswa dan tantangan zaman relevan dimasa depan sekedar gelar akademik


Intennews.com|Labuhanbatu 6 november 2025-generasi mahasiswa hari ini hidup di persimpangan besar antara idealisme dan realitas digital antara perjuangan sosial dan tuntutan karir di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan perubahan nilai-nilai sosial muncul satu pertanyaan mendasar masihkah mahasiswa relevan untuk masa depan bangsa.

Dulu mahasiswa dikenal sebagai motor penggerak perubahan dari zaman kemerdekaan hingga reformasi 1998 mereka menjadi garda depan dalam membela kepentingan rakyat namun kini langkahnya berubah dunia bergerak cepat teknologi menggantikan banyak peran manusia dan idealisme sering kali terpinggirkan oleh keinginan hidup instan.

Namun bukan berarti peran mahasiswa telah usang justru dimasa depan peran mereka menjadi semakin penting hanya bentuknya yang harus menyesuaikan zaman mahasiswa tidak cukup harus turun kejalan atau berorasi lantang mereka harus mampu berinovasi, berpikir kritis dan menciptakan solusi nyata melalui sains teknologi dan kreativitas.

Generasi hari ini bukan lagi hanya dituntut untuk bersuara tetapi juga untuk berkarya mahasiswa masa depan harus menjadi pencipta gagasan baru yang menjawab tantangan global dari perubahan iklim ketimpangan sosial sampai kemajuan kecerdasan buatan atau AI relevansi mereka tidak lagi diukur dari seberapa keras mereka berteriak melainkan seberapa besar kontribusi nyata yang mereka berikan.

Sayangnya masih banyak mahasiswa yang terjebak dalam kenyamanan digital lebih sibuk mengejar validasi di media sosial ketimbang memperdalam kapasitas diri padahal masa depan menuntut generasi yang siap beradaptasi berpikir kritis dan mampu bekerja lintas disiplin dunia kerja dan sosial saat ini tidak lagi membutuhkan gelar semata tapi kompetensi dan karakter.

Untuk tetap relevan mahasiswa masa kini perlu memadukan idealisme klasik dengan inovasi modern mereka harus tetap punya semangat sosial tapi juga cerdas memanfaatkan teknologi gerakan mahasiswa bisa hadir dalam bentuk platform digital kampanye lingkungan berbasis data hingga inovasi sosial yang membantu masyarakat.

Mahasiswa masa depan bukan Sekedar penerus sejarah tetapi arsitek masa depan mereka ditantang bukan hanya memahami persoalan tapi menciptakan jalan keluar baru dalam era global yang kompetitif mahasiswa Indonesia harus berani menulis ulang definisi aktivis bukan hanya mereka yang bersuara di jalanan tapi juga mereka yang mencipta perubahan dari ruang kelas laboratorium hingga dunia Maya.

Jika generasi mahasiswa mampu menyeimbangkan idealisme dan teknologi mereka tidak hanya akan tetap relevan tapi juga menjadi pusat arah peradaban baru karena masa depan bangsa tidak akan dibangun oleh mereka yang sekedar lulus melainkan oleh mereka berfikir berjuang dan berinovasi.

Relevansi mahasiswa dimasa depan tergantung pada kesediaan mereka untuk berubah bersama zaman tanpa kehilangan arah moral dunia akan terus bergerak tapi nilai keberanian empati dan intelektualitas akan selalu menjadi fondasi mahasiswa yang sejati.

Masa depan membutuhkan mahasiswa yang bukan hanya cerdas berfikir tapi juga tulus bertindak.

Penulis :Dian handika hutabarat,S.kom merupakan Ketua komisariat Gmni FST ULB
Komentar

Berita Terkini