Foto : R. Khairil Chaniago, ST, Sekretaris Dewan Pengurus Pusat Lembaga Lingkar Bumi Nusantara
IntenNews.com | Sumatera Utara (26/11/2025)- Dalam beberapa hari ini kita mendengar, melihat dan membaca sebuah peristiwa bencana alam yg terjadi secara beruntun di beberapa wilayah pulau Sumatera. Adapun bencana alam tersebut didominasi oleh peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di daerah dataran tinggi seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Madina hingga Beberapa wilayah di Sumatera Barat termasuk Kota Padang serta banjir rob di wilayah pesisir pantai timur seperti Belawan, Medan Utara dan sejajar nya.
Sekretaris Dewan Pengurus Pusat Lembaga Lingkar Bumi Nusantara, R. Khairil Chaniago, ST mengatakan, Tentu bencana ini tidak terjadi begitu saja dengan berdalih kepada kemurkaan tuhan. Namun ini semua tidak terlepas dari perilaku manusia yg dengan keserakahannya sengaja melakukan EKOSIDA atau "Pembunuhan Lingkungan" secara besar besaran sehingga konsekuensi serius dari perilaku ini adalah hilang nya keseimbangan antara makhluk hidup dan kehidupan. Ekosistem hancur, sosial ekonomi masyarakat turut babak belur.
Lebih lanjut Khairil menjelaskan, EKOSIDA merujuk kepada tindakan perusakan alam yang besar, luas dan berkelanjutan akibat eksploitasi alam yang tidak beraturan atau serampangan baik yang dilakukan oleh korporat maupun individu yg di dukung birokrat. Sehingga terjadilah keleluasaan dalam bertindak tanpa peduli dampak.
“ Saat ini kerusakan alam semakin parah, keserakahan telah merubah kawasan penyangga menjadi kawasan usaha, Hutan beralih fungsi menjadi kawasan perputaran modal para pengusaha yang berorientasi kepada keuntungan semata. Tanpa pernah peduli bahwa bencana alam menghantui sekian banyak rakyat jelata. Pembabatan hutan dan perubahan kawasan di perbukitan telah mengakibatkan banjir bandang. Sedangkan pembabatan hutan mangrove dan perubahan kawasan di pesisir telah mengakibatkan terjadinya Banjir Rob,” papar Khairil.
EKOSIDA sudah terjadi dan bencana Alam hadir memberikan bukti, pemerintah terlihat tidak memiliki nyali besar untuk menindak dan memperbaiki kondisi, apakah harus menunggu jutaan orang mati ?
“Hal ini tidak dapat dibiarkan berlangsung secara terus menerus. Oleh karena itu Lembaga Lingkar Bumi Nusantara akan melakukan kajian komprehensif serta menyuarakan perjuangan keadilan ekologi, dengan tujuan agar para pelaku EKOSIDA dapat dijadikan sebagai penjahat Internasional dan dapat dipidana lewat mahkamah pidana Internasional (ICC) karena tindakan mereka sudah masuk kepada klasifikasi kejahatan terhadap kemanusiaan. Tutup R. Khairil Chaniago.
(Red)
