IntenNews.com | Deli Serdang, Gerakan Mahasiswa Jaringan Aktivis Sumatera Utara (GMJA Sumut) Melakukan aksi unjuk rasa damai yang dilakukan di depan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Deli Serdang. Aksi digelar, Rabu (09/07/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalan orasi pertama dibuka oleh koordinator aksi bung M. hafiz Tampubolon dan menyampaikan point point yang mereka singgung antara lain : 1. Meminta Bupati Deli Serdang dr. H. Asriluddin Tambunan untuk menggunakan anggaran murni R-APBD 2025, sebab serapan anggaran baru 1,3% sehingga berdampak pada masyarakat Deli Serdang sengsara, yakni diantaranya:
• Jalanan di Deli Serdang masih banyak yang hancur dan rusak.
• Bantuan infrastruktur ke sekolah terhambat dan dibatalkan.
• Masyarakat yang sakit karena tidak dapat berobat menggunakan anggaran APBD, padahal di anggaran murni telah tertera anggaran 111 miliar untuk rakyat Deli Serdang berobat secara gratis.
• Gaji honor di Deli Serdang tidak dibayarkan selama 4 bulan dan staf ahli tidak mendapat gaji selama 7 bulan.
• Banjir dimana-mana akibat anggaran untuk pembuatan drainase belum juga dikerjakan.
• Serta, pengerjaan paving block desa untuk akses jalan gang belum dikerjakan dan bahkan dihapus oleh Bupati, padahal ini sudah tercantum dalam DPA APBD Murni 2025.
Ket. Foto : Amit Damanik, SH, Adami Sulaeman, SH, M.Ag dan Indra Silaban, SH menerima massa GMJA Sumut2. Meminta agar Bupati Deli Serdang Asriluddin Tambunan tidak mengerjakan proyek yang tidak masuk dalam DPA APBD Murni 2025, dengan cara meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawasi pelaksanaan proyek agar sesuai dengan DPA APBD Murni 2025.
3. Meminta Bupati Deli Serdang agar tidak mengubah DPA sebelum ada pembahasan resmi perubahan PAPBD 2025, dengan cara menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran demi kepentingan rakyat
Setelah 30 menit unjuk rasa damai yang dilaksanakan di depan Kantor Bupati tersebut, terlihat tidak ada respon baik oleh Bupati atau Wakil Bupati Deli Serdang menemui massa GMJA Sumut. berakhir kekecewaan, yang di ungkapkan langsung oleh ketua umum GMJA SUMUT bung Iskandar Syahputra, dalam orasinya beliau menyampaikan " Kami sangat kecewa, sebagai kontrol sosial dan sebagai Adik adik dari senior kami yang ada di dalam gedung Kantor Bupati, namun tak ada sedikitpun pejabat atau Kadis terkait yang mengindahkan kami," ungkap Iskandar Syahputra, Ketua GMJA Sumut.
Selanjutnya menjelang siang, GMJA Sumut melanjutkan aksi damai ke Kantor DPRD Deli Serdang. Ketua Umum GMJA Sumut, Iskandar Syahputra menyampaikan orasinya diiringi lagu Iwan Fals berjudul “Bongkar”.
Dalam orasinya aktivis mahasiswa tersebut menyampaikan, terimakasih kepada Kepolisian khususnya unit Intel Polresta Deli Serdang dan Satpol-PP Kabupaten Deli Serdang yang sudah membantu mensukseskan aksi damai ini.
Pengurus GMJA Sumut yang lain, Fahrezy mengatakan, Kami berharap pimpinan maupun anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dapat menemui kami dan dapat menerima aspirasi kami demi kepentingan masyarakat Kabupaten Deli Serdang,
“Jangan kecewakan kami seperti Pemkab Deli Serdang yang tidak mengindahkan kehadiran kami, sungguh miris sekali kabupaten Deli Serdang yang kita cintai ini," ujarnya.
Selang beberapa menit unjuk rasa digelar, akhirnya perwakilan mahasiswa diterima oleh 3 anggota DPRD kabupaten Deli Serdang antara lain, Amit Damanik SH (Fraksi PDIP), Indra Silaban SH (Fraksi PDIP), M Adami Sulaeman SH, M.Ag (Fraksi PPP).
Dalam menampung aspirasi masyarakat tersebut anggota DPRD tersebut berjanji akan menerima dan menyampaikan point point tersebut langsung ke Bupati Deli Serdang. Anggota DPRD tersebut mengatakan bahwa hal yang diminta oleh aktivis mahasiswa tersebut sedang juga di dalami di DPRD Deli Serdang,
“Kami terima dan akan kami sampaikan serta akan kami bahas di DPRD," ucap senior PDIP Deli Serdang tersebut.
(Wawan)



