|

Tinggalkan Jakarta, Ustadz Muhammad Nabawi Hijrah dan Menetap di Belawan Bersama Keluarga Demi Mengabdi kepada Masyarakat

IntenNews.com | Belawan – Sebuah keputusan besar diambil Ustadz Muhammad Nabawi. Setelah enam bulan terakhir bolak-balik Jakarta–Belawan pasca Idul Fitri, tokoh dakwah asal Belawan itu akhirnya memutuskan hijrah dan menetap di tanah kelahirannya bersama istri dan anak-anaknya.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang matang bersama keluarga. Baginya, menetap di Belawan merupakan pilihan untuk lebih fokus mengabdikan diri kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan yang selama ini dijalankan.

"Insya Allah hari Jumat ini kami berangkat dari kediaman di Cijantung, Jakarta. Saya membawa istri dan anak-anak untuk menetap di Belawan. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan atas langkah ini," ujar Muhammad Nabawi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (6/8/2026) usai menunaikan shalat Subuh.

Muhammad Nabawi menjelaskan, selama ini aktivitasnya sebagai pimpinan Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) kerap terkendala oleh jarak, waktu, dan biaya perjalanan yang harus ditempuh dari Jakarta ke Medan maupun Belawan. 


Karena itu, ia memilih kembali ke kampung halaman agar dapat mencurahkan tenaga dan pikirannya secara penuh bagi masyarakat Belawan.

Menurutnya, keputusan meninggalkan Jakarta bukanlah perkara mudah. Sebelum menetapkan pilihan tersebut, ia lebih dahulu berdiskusi dengan sang istri.

"Saya mengatakan kepada istri, 'La tahzan wa la takhaf, jangan bersedih dan jangan takut. Innallaha ma'ana, Allah bersama kita.' Alhamdulillah, istri saya menerima dan mendukung keputusan ini untuk hijrah ke Belawan bersama anak-anak," tuturnya.

Dengan dukungan keluarga, Muhammad Nabawi optimistis dapat menjalankan amanah dan berbagai program sosial yang telah direncanakan. Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah program elevasi makam, yakni meninggikan permukaan area pemakaman agar tidak lagi tergenang air saat banjir maupun pasang. Program tersebut ia sebut sebagai "Proyek Akhirat", karena dinilai memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kepulangan Muhammad Nabawi ke Belawan mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh masyarakat. Sekretaris Jenderal Ormas Anak Belawan Bersatu (ABB), Ary Wahyudi Nasution, menilai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mengabdi kepada kampung halaman.

Menurut Ary, semangat hijrah yang ditunjukkan Muhammad Nabawi mengingatkannya pada nilai-nilai hijrah dalam sejarah Islam, yakni semangat untuk berdakwah, memperbaiki kehidupan masyarakat, serta membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

"Kalau untuk kebaikan masyarakat Belawan tentu kita mendukung. Yang terpenting, seluruh elemen tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Belawan," ujar Ary.

Ia berharap kehadiran Muhammad Nabawi dapat menjadi energi positif bagi masyarakat dan mendorong lahirnya lebih banyak kegiatan sosial yang bermanfaat.

"Atas nama pribadi dan keluarga besar Anak Belawan Bersatu, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada Ustadz Muhammad Nabawi beserta keluarga di tanah kelahiran Belawan. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah serta membawa manfaat bagi masyarakat Belawan," tutup Ary.

Kepulangan Ustadz Muhammad Nabawi bersama keluarga diharapkan menjadi awal dari penguatan berbagai gerakan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat di Belawan. Dengan menetap di kampung halaman, ia berkomitmen untuk lebih dekat dengan masyarakat serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

(Samsul Bahri Hasibuan)

Komentar


Berita Terkini