|

GMNI Tebing Tinggi Imbau Warga Bijak Bermedsos, Jangan Mudah Termakan Hoaks


IntenNews.com|-TEBING TINGGI
, – Di tengah derasnya arus informasi digital, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tebing Tinggi mengajak masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial dan tidak mudah termakan hoaks, Selasa (19/8/2026).


Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya informasi tidak jelas sumber dan kebenarannya yang beredar di media sosial, termasuk konten yang berpotensi memicu kebencian dan perpecahan.


“Jangan Telan Mentah-Mentah Informasi di Medsos"

Ketua DPC GMNI Tebing Tinggi, Riski, menilai fenomena penyebaran informasi tidak bertanggung jawab cukup memprihatinkan.


“Kami melihat hari ini banyak sekali informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan beredar. Yang lebih bahaya, banyak akun penyebar tidak punya identitas jelas atau pakai akun anonim,” ujar Riski.


Ia menegaskan masyarakat tidak boleh langsung percaya hanya karena sebuah informasi viral atau ramai komentar.


“Masyarakat harus cek sumber, bandingkan dengan media resmi, dan pastikan konteksnya benar sebelum share. Jangan jadi bagian dari rantai penyebar hoaks,” tegasnya.


Pemerintah Diminta Perkuat Komunikasi Publik

GMNI Tebing Tinggi juga mendorong Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk aktif melawan disinformasi.


Pemerintah dinilai perlu memperkuat kanal komunikasi resmi agar masyarakat cepat mendapatkan informasi yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.


“Di era digital, pemerintah harus hadir dengan data dan fakta. Jangan sampai ruang kosong informasi diisi oleh hoaks,” kata Riski.


Kritik Boleh, Tapi Harus Beretika dan Berdata

Wakil Ketua DPD GMNI Sumut, Rio, menegaskan GMNI tidak anti kritik. Justru kritik adalah bagian penting dari demokrasi yang dijamin UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F.


“Memberikan kritik itu hak setiap warga. Pemerintah juga tidak boleh anti kritik. Tapi kritik harus punya dasar, fokus pada kebijakan, dan disampaikan dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Rio.


Menurutnya, kritik yang sehat justru membantu pemerintah mengevaluasi diri dan memperbaiki pelayanan.


“Kami berharap setiap kritik untuk membangun Kota Tebing Tinggi disertai kajian yang jelas. Jangan sampai kritik berubah jadi fitnah, ujaran kebencian, atau penyebaran informasi bohong. Masyarakat harus dicerdaskan, bukan dibingungkan,” tegasnya.


Ciptakan Ruang Digital yang Sehat

DPC GMNI Tebing Tinggi mengajak seluruh elemen pemerintah, mahasiswa, pemuda, dan pengguna medsos untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat.


“Perbedaan pendapat itu wajar dalam demokrasi. Tapi kebenaran informasi, etika, dan tanggung jawab harus jadi pijakan kita semua,” tutup Riski.


Penulis:  Arif

Komentar


Berita Terkini