IntenNews.com | Labuhanbatu-
Senja yang disertai rintik tipis hujan
Di suatu tempat di atas Gunung Sinabung
Serasa seperti di surga
Para bidadari mengelilingi
Pesonanya memancing mengejar di luar teks
Menjadikan apa yang sulit dipahami tetapi bisa dicapai,
Serangkaian kesempatan yang tiada henti untuk harapan.
Kamu di mana?
Ini bukan tentang romantisme yang memuja masa lalu secara membabi buta,
Ini tentang ketahanan dan kekuatan yang dijalin dari integritas, kesetiaan dan inovasi saling memiliki
Dalam setiap raga dan jiwa
Ada perpaduan antara maskulin dan feminim
Demikian pula di ruang dan waktu
Sisi feminim itu dilukis oleh dalam diam
Dan sisi maskulin dilukis oleh Anonim
Kamu kemana?
Seperti hidup tanpa musik adalah sebuah kesalahan
Seperti itulah tulisan tak pernah cukup untuk mengisahkan
Dalam kelahiran suatu cinta
Satu tambah satu adalah satu
Meskipun cinta tidak ada hubungannya dengan kepemilikan, tetapi dengan penerimaan
Tapi ia adalah awal
Ia adalah batu pertama untuk membangun kesadaran
Dan ingat,
Hanya yang berjiwa indah dapat membacanya
Kamu bagaimana?
Teruslah melaju tetapi tetap meninggalkan jejak membumi melangitkan mimpi
SigondrongDalamDiam
06Agustus2026
