IntenNews.com | Labuhanbatu-
Prolog...
1 Juni 1945,
Pada debur sejarah yang berharap terbentuknya sebuah negara
Kusno yang berganti nama jadi Karno
Menanam benih lima sila
Di ladang cita-cita sebuah bangsa yang beraneka ragam perbedaannya
Tahun-tahun berganti,
Hingga keputusan bernomor 24 Tahun 2016
Menjadikan hari itu tegak berdiri
Sebagai hari yang diperingati
Pada pidato-pidato bergema dengan kata-kata luhur
Namun pidato-pidato itu hanyalah kentut
Yang meninggalkan jejak bau tak sedap tiap tahunnya
Karna di meja-meja kekuasaan
Benih lima sila hanyalah pepesan kosong
Pancasila sering disebutkan bahkan wajib dihafalkan
Namun bukan menjadi napas yang menghidupkan keadilan
Bukan menjadi cahaya yang menuntun pengabdian
Epilog...
1 Juni kembali dipertanyakan
Apakah sila-sila itu masih hidup di dada
Atau hanya terpajang apik di dinding?
Ataukah pancasila hanya jadi gema purba
Dari tiap-tiap pidato-pidato di megahnya upacara?
Hingga saat ini tak satupun yang dapat memahami apa kemauan pancasila
Hingga saat ini kekuasaan yang berkuasa hanya ingin menjajah
Menjajah sejak dari dilahirkan
Menjajah hingga fakir miskin dipelihara
SigondrongDalamDiam
1Juni2026
.jpg)