IntenNews.com | Medan - Lingkungan XIV Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, merupakan salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang. Namun ironisnya, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, perhatian dan pembenahan dari pemerintah terkesan sangat minim. Seperti pantauan awak media, Jum'at (05/06/2026).
Di tengah kondisi tersebut, warga menilai Kepala Lingkungan (Kepling) XIV mendapat perlakuan istimewa dari pihak Kecamatan maupun Kelurahan. Meski kinerjanya kerap menjadi sorotan dan menuai keluhan masyarakat, keberadaannya dinilai tetap mendapat perlindungan dari pihak terkait.
Sementara itu, berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan warga seolah dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas. Mulai dari masalah kerukunan masyarakat, infrastruktur lingkungan, hingga persoalan parit milik negara yang diduga telah ditutup oleh pengusaha tambak.Akibat dugaan penutupan saluran air tersebut, sejumlah rumah warga mengalami banjir saat curah hujan tinggi. Tidak hanya itu, akses jalan yang setiap hari digunakan masyarakat dan anak-anak sekolah juga kerap tergenang air, sehingga mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Yang lebih memprihatinkan, kondisi ini bukan terjadi dalam hitungan bulan, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan diduga mencapai puluhan tahun tanpa adanya langkah konkret dari pihak yang berwenang.Masyarakat berharap Pemerintah Kecamatan Medan Marelan dan Kelurahan Terjun tidak hanya memberikan perhatian kepada oknum pejabat lingkungan, tetapi juga menunjukkan keberpihakan nyata kepada warga melalui pembenahan infrastruktur, penataan drainase, serta penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
"Jangan hanya Kepling yang diistimewakan, lingkungannya juga harus diperhatikan," demikian harapan yang kerap disampaikan warga Lingkungan XIV Terjun.
(Red)


