|


Rakyat Membeli Beras Mahal, Ekspor Justru Lebih Murah, Kebijakan Dipertanyakan

Foto : Ilustrasi
IntenNews.com | Medan
- Kondisi harga beras yang terus tinggi di pasaran menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Di saat rakyat harus membeli beras dengan harga mencapai Rp15 ribu per kilogram, publik justru dikejutkan dengan kabar ekspor beras ke Malaysia dengan harga sekitar Rp 10 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait arah kebijakan pangan nasional. Banyak pihak menilai pemerintah seharusnya lebih mengutamakan kestabilan harga dan ketersediaan pangan bagi rakyat di dalam negeri sebelum melakukan ekspor keluar negeri.

“Ini menjadi ironi. Rakyat di negeri sendiri membeli mahal, sementara negara lain justru mendapat harga lebih murah. Wajar jika masyarakat mempertanyakan keberpihakan kebijakan tersebut,” ujar salah seorang warga saat dimintai tanggapan, Rabu (20/5/2026).

Kenaikan harga beras sendiri saat ini sangat dirasakan masyarakat kecil. Mulai dari pedagang kecil, buruh harian hingga ibu rumah tangga mengaku semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat tingginya harga pangan di pasaran.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada angka dan kepentingan perdagangan, namun juga memperhatikan kondisi nyata yang dihadapi rakyat. Sebab bagi masyarakat bawah, kestabilan harga pangan jauh lebih penting dibanding pencitraan keberhasilan ekspor.

Pengamat menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait mekanisme dan kebijakan ekspor tersebut agar tidak menimbulkan persepsi bahwa rakyat justru dikorbankan di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

Hingga saat ini, harga beras di sejumlah daerah masih bertahan tinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan.

(Red)

Komentar


Berita Terkini