|


Aktivis dan Organisasi Kepemudaan Sumut Sampaikan Pernyataan Sikap, Minta Kapolrestabes Medan Segera Bangun Harmonisasi


MEDAN|-Ketua Organisasi Kepemudaan Gerakan Pemuda Perwakilan Rakyat Seluruh Indonesia (GPPRSI) Sumatera Utara, Hendra, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjaga toleransi, persatuan, serta kondusivitas di tengah masyarakat Kota Medan yang majemuk.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan keterangan pers yang berlangsung di Double Egg Coffee, Pada Selasa (3/3/2026)

Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga menyoroti pentingnya memastikan keamanan para pedagang babi dari segala bentuk intimidasi maupun gangguan yang diduga dilakukan oleh segelintir pihak yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Menurutnya, tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan intoleransi terhadap siapa pun yang mencari nafkah secara sah dan hidup berdampingan secara damai. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk gangguan terhadap ketertiban serta kerukunan antarumat beragama harus dihentikan demi menjaga stabilitas sosial di Kota Medan.

Hendra juga menyampaikan tuntutan kepada Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, agar memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta menjamin terlaksananya ketertiban umat beragama tanpa tebang pilih. Ia meminta kepolisian bertindak tegas terhadap segala bentuk intimidasi, premanisme, maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, pihaknya mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, merespons cepat laporan masyarakat, serta memberikan perlindungan hukum kepada para pelaku usaha dan warga yang menjalankan aktivitas secara sah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah aktivis dan tokoh dari berbagai organisasi di Sumatera Utara, antara lain Ketua EW LMND Sumut M. Sabda Erlangga, perwakilan Aliansi Pejuang Demokrasi Andika Jaya Hasibuan, dari Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Dama Ambar Paniaga Siagian, serta Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara Muhammad Idris Sarumpaet.

Selain itu hadir pula praktisi hukum Michael P. Manurung dan Muhardi Nasution, serta mahasiswa Sumatera Utara di antaranya Haikal, Ridho Munte, Muhammad Ali, Manda, Zaki, Kieyel, Ansor, Wandi, dan Akbar.

Hendra menegaskan bahwa Medan adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat dengan berbagai latar belakang. Karena itu, semua pihak diajak untuk menjaga kedamaian, persaudaraan, serta harmoni agar Kota Medan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi semua.(Red/R).
Komentar


Berita Terkini