IntenNews.com | Labuhanbatu - Di sebuah negeri, bernama Negeri Ika Nan Idaman Ngidamnya, budaya laporan aman diatas meja sangat dijunjung tinggi dan budaya tersebut telah turun temurun diturunkan dari relasi ke generasi. Seperti dalam hal pengelolaan Dana Hibah contohnya. Yang selalu ber laporan terlaporkan aman kertas laporannya diatas meja Bagian Pemeriksa Keuangan, hal ini menjadikan laporan pengelolaan dana hibah menjadi cepat masuk gudang. Namun suatu hari, seorang penuntut atas nama hukum dalam undang-undang datang sambil membawa senter yang kurang daya memasuki gudang. Bukan mau cuci gudang layaknya perusahaan yang akan banting harga karena sudah berkeuntungan, tapi karna suntuk tak ada pekerjaan yang akan dibuat laporan. Sang penuntut itu mengambil sebuah map bergambar tunas kelapa.
“Aha! Saya mencium bau tinta kepalsuan dalam tanda tangan!” katanya penuh dramatis, lalu ia pun membuka lembar demi lembar map itu.
Bagh, ini peserta 50 orang, tapi nasi kotaknya 200. Ini pasti pake make up artis. Dan, Ini kwitansinya tulisan tangan sama semua. Ini pasti saudara kembar pulpen yang mencetaknya, Ini lagi ada iuran, padahal aturannya tidak ada. Wah, ini sudah seperti nonton bioskop bayar dulu baru masuk!,” katanya lagi penuh kesemangatan girang. Bahagia bagai mendapat durian Kan Yao paling mahal dari Thailand, namun belum lagi terjadi belah durennya, tiba-tiba ada suara pelan berbisik: "Apa map yang besar-besar itu nggak diperiksa sekalian? Sang penuntut itu melirik ke map-map lainnya bertuliskan: Dana Hibah Olahraga, tebal seperti bantal Van der Hilst Tailor Made Pillow Gold Edition. Dana Hibah Seni, yang debunya setebal bedak Marcel Marceau. Si pantomim legendaris Prancis. “Ah, itu sudah cap ‘Aman’ dari Pak Bagian Pemeriksa Keuangan,” jawabnya santai. “Kalau sudah ada cap, berarti aman. Seperti helm di motor, asal ada stiker, pasti selamat.”cetusnya kembali.
Namun, kembali suara pelan berbisik itu berkata: “Padahal di map seni itu kegiatannya jarang bahkan nyaris sunyi sepi hampa, tapi uangnya rajin datang, begitu pun Koni, yang hanya berkutat pembinaan giliran dilombakan tak sesuai harapan.Bagaimana itu.? ”Sang Penuntut itu tertawa kecil,lalu berkata lirih. “Ya, namanya juga seninya memang aliran tak terlihat dan namanya juga olahraga pasti berkeringat jadi terasa kemana-mana mengalir keringatnya".
Senter yang kurang daya akhirnya padam lalu sang penuntut hanya mengambil Map kecil bergambar tunas untuk diperiksa sedangkan Map besar cukup dielus sampulnya karena di negeri Ika Nan Idaman Ngidamnya bukan besar kecilnya dana yang menentukan diperiksa,tapi seberapa jelas biar ada laporan kerjaaan.Kalau laporannya kelihatannya tidak diperjelas ikut bagian yang nyangkut disebut korupsi. Tapi kalau laporannya jelas memperlihatkan kejelasan bagian nyangkutnya map tebal disebut administrasi kreatif.
SigondrongDalamDiam. *Seniman Labuhanbatu*
*tulisan ini hanyalah hiburan semata yang dibuat penulis bertujuan untuk menimbulkan minat baca. Bila ada kesamaan kejadian tokoh hanyalah kebetulan*. *Ilustrasi gambar Tokoh Wak Ki dan Wak Mak atau disebut Wak KiMak, hanyalah pelengkap tulisan agar lebih menarik tidak ada maksud lain*.
