IntenNews.com | Labuhanbatu - Banjir datang tiap hujan yang tanpa jeda. Bukan karena saluran air yang mampet. Tapi karena semakin berkurangnya tanah resapan. Bukit digunduli, hutan beralih fungsi jadi perkebunan kelapa sawit
BBM langka di negeri penghasil minyak. Antrean panjang mengular mengalahkan panjangnya badan ekor ular. Tapi lebih panjang akal pejabatnya. Untuk korupsi
Dan..narkoba, Asu... Yang satu itu tak pernah langka-langka. Untuk merusak masyarakat. Justru narkoba paling rajin bekerja. Menyelinap dari pagi hingga siang sampai malam hari. Mengisi celah yang dibiarkan sengaja kosong. Oleh mereka yang seharusnya menjaga
Lucunya.. Kalau ada bencana di negeri ini. Para pejabat berlomba-lomba. Seolah-olah bencana sebuah syuting film. Sehingga layak bagi pejabat-pejabatnya memperebutkan piala citra
Jadi tak aneh bukan. Jika ada kostum anti peluru di tengah banjir. Dan ada buruh hanya memanggul sekarung beras 10 kilo bruto. Makin tak aneh walau nyata. Kalau ada dialog yang mengatakan ditengah bencana banjir. Itu kayu-kayu tumbang karena air. Bukan ditumbangkan karena kolusi pejabat nakal
SigondrongDalamDiam
14 Desember 2025
