|


MTQ Sumut ke-40 Diwarnai Protes: Peserta KTIQ Ungkap Dugaan Konflik Kepentingan dan Bocornya Info Finalis


IntenNews.com|-MEDAN
,-Marwah MTQ Sumatera Utara ke-40 diguncang sorotan tajam. Sejumlah peserta KTIQ resmi melayangkan protes terkait proses penilaian yang dinilai jauh dari prinsip transparansi dan keadilan.


“Kami tidak menolak hasil. Tapi ketika prosesnya menimbulkan banyak tanda tanya, marwah MTQ yang harus kita jaga bersama,” kata salah satu peserta yang meminta namanya disembunyikan, Selasa (24/6/2026).


Peringkat Atas Jadi, Target Pemeriksaan Berulang


Sejak penyisihan, semua karya memang diperiksa dewan hakim. Namun peserta mengungkap pola aneh: karya-karya yang bertengger di papan atas justru ditarik ulang jurnalnya. Pemeriksaan lanjutan itu terjadi berkali-kali hingga semifinal.


Hasilnya? Beberapa nama yang sebelumnya unggul mendadak terdepak dari daftar finalis.


Panitera Terlalu Jauh Masuk Arena Penilaian?


Sorotan paling keras mengarah ke dua panitera asal Labuhanbatu. Peserta menyebut keduanya aktif sejak awal hingga akhir menelusuri dan memeriksa referensi peserta. Padahal, secara fungsi, panitera bukan dewan hakim.


“Batas kewenangan panitera di mana? Kalau sudah masuk ke substansi penilaian, ini rawan intervensi,” tegas peserta.


Konflik Kepentingan: Saudara Kandung Panitera Lolos Final


Bom waktu lain: peserta asal Labuhanbatu yang lolos ke final putra dan putri disebut punya hubungan saudara kandung dengan salah satu panitera KTIQ. 


Fakta itu bahkan diakui LPTQ Sumut dalam surat jawaban resmi ke peserta. Namun LPTQ berdalih tidak ada aturan yang melarang. Peserta mempertanyakan: lalu di mana mekanisme cegah konflik kepentingan?


“Kalau keluarga perangkat bisa ikut dan lolos, sementara yang lain diperiksa berkali-kali sampai gugur, di mana rasa adilnya?” sentil peserta.


Informasi Finalis Diduga Bocor Sebelum Diumumkan


Peserta juga mengaku mengantongi bukti bahwa nama-nama finalis sudah beredar di pihak tertentu sebelum pengumuman resmi ke kafilah dan official. Ini memicu kecurigaan soal kerahasiaan hasil dan netralitas panitia.


5 Poin Protes Peserta KTIQ:

1. Dua panitera Labuhanbatu dominan periksa jurnal peserta dari penyisihan sampai semifinal.  

2. Peserta yang bersaudara kandung dengan panitera melaju ke final putra dan putri.  

3. Peserta peringkat atas kena pemeriksaan berulang, lalu gagal ke final.  

4. Dugaan kebocoran info finalis sebelum pengumuman resmi.  

5. LPTQ Sumut akui ada hubungan saudara, tapi sebut tak langgar aturan.


Jawaban LPTQ Dinilai Tak Substansial 

Peserta mengaku sudah bersurat dan mendapat balasan tertulis dari LPTQ Sumut. Namun isi surat dinilai belum menjawab tiga hal krusial: pengawasan konflik kepentingan, standar pemeriksaan yang setara, dan mekanisme distribusi info hasil lomba.


Mereka mendesak klarifikasi terbuka. “Kami sudah korbankan waktu, tenaga, biaya, dan kesempatan. Jangan biarkan keraguan ini merusak kepercayaan publik ke MTQ,” kata peserta.


Hingga berita ini tayang, Ketua LPTQ Sumut dan Panitia MTQ ke-40 belum memberi pernyataan resmi menanggapi tudingan tersebut.(Red/R).

Komentar


Berita Terkini