|


Cipayung Plus Sumut Minta Relawan Politik Jaga Etika dan Stabilitas Pemerintahan


IntenNews.com|-Medan
|-Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari KAMMI, IMM, GMNI, PMII, dan PMKRI, GMKI memberikan tanggapan terkait pernyataan Relawan Bobylovers Sumut mengenai dugaan praktik monopoli proyek pengadaan meubelair di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kamis (21/5/2026).


Cipayung Plus Sumut menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Sumatera Utara. Setiap dugaan penyimpangan anggaran maupun penyalahgunaan kewenangan harus diusut secara transparan dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.


Namun demikian, Cipayung Plus Sumut meminta agar setiap pihak, termasuk relawan politik, tidak membangun opini liar ataupun stigma negatif yang dapat mencederai jalannya pemerintahan Bobby Nasution tanpa disertai bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. 


“Kami sepakat bahwa setiap tindak pidana KKN harus diusut tuntas. Tetapi dalam menyampaikan tuduhan ke ruang publik harus disertai data dan bukti yang jelas, agar tidak menimbulkan fitnah serta kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar  Cipayung Plus Sumut.


Cipayung Plus juga mengingatkan agar seluruh elemen relawan dan kelompok pendukung pemerintah tetap menjaga etika komunikasi publik. Kritik dan pengawasan merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif, proporsional, dan tidak tendensius.


“Kami berharap Relawan Bobylovers Sumut tetap tenang dan bijak dalam menyikapi persoalan ini. Jangan sampai muncul persepsi publik bahwa ada pihak-pihak yang berbicara secara vulgar di media hanya karena kepentingan tertentu tidak terpenuhi. Kami percaya relawan Bobylovers memiliki komitmen menjaga marwah pemerintahan yang baik,” lanjutnya.


Selain itu, Cipayung Plus Sumut juga menilai bahwa kinerja Alexander Sinulingga dalam memimpin Dinas Pendidikan Sumatera Utara sejauh ini cukup baik dan menunjukkan berbagai upaya pembenahan di sektor pendidikan.


Menurut Cipayung Plus, berbagai program dan langkah pembenahan tata kelola pendidikan yang dilakukan saat ini perlu diapresiasi secara objektif. Oleh sebab itu, pihaknya mengingatkan agar kritik yang disampaikan kepada Dinas Pendidikan Sumut tidak diarahkan menjadi serangan personal ataupun pembentukan opini yang belum terbukti kebenarannya.


“Kami melihat ada upaya-upaya perbaikan di tubuh Dinas Pendidikan Sumut di bawah kepemimpinan Alexander Sinulingga. Tentu jika ada dugaan pelanggaran harus diproses secara hukum, tetapi jangan sampai muncul pembunuhan karakter ataupun framing negatif yang belum tentu benar,” tegas Cipayung Plus Sumut.


Penulis : Arif

Komentar


Berita Terkini